Postingan

Sisa Kemarin

Gambar
Adakah aku dalam baris ingatanmu? Karena telah senyap kudengar kabar lain Agaknya memang masa telah berganti Begitu pula dengan aksara cerita lalu Menjelma menjadi sisa sisa abu Abu itu telah bertebaran tak menentu arah Tak menyisakkan satu jejak yang tersimpul Seiring menyeruak kabut pagi dan mentari Sudah tak sabar membawa tintanya Harus diangkat penanya menulis cerita baru Kabar itu masih ada Hanya saja, Ia mengkabur dibising angin Lalu semu dibias cahaya Tak lagi ia menyisakkan nanar dalam sepi Karena selalu ku buat bising yang menggema Tawa yang sempat pecah Maupun sendu yang terisak Bukan lagi perkara hitam dan putih Bukan pula menyoal cerita dan lakonnya Namun, Ini adalah titik diantara keduanya Tempat dimana tak sepi, pun tak riuh Aku tau, Ini mungkin sulit bagimu Memahami segala maksud tiap rentetan kata Yang pasti, Tetaplah berjalan, Semoga kau sampai pada yang kau cari, kawan 🍃

Semelati Merahmu

Gambar
Ada seberkas cerita dalam pertemuannya. Mungkin seperti cerita Subadra yang mati tertusuk pisau si Burisrawa. Dan perginya Burisrawa mengasingkan diri setelah membunuh orang yang disayangi dalam dekapannya. Meskipun Subadra hidup kembali, pun Burisrawa hingga tewasnya di tangan Setyaki, dia belum beristri jua Mungkin juga seperti cerita Aisyah yang cemburu pada Khadijah. Namun pada masa kemudian ia mampu memimpin perang jua, tak peduli cerita tentang pipi merahnya, atau cemburunya yang dikenal banyak kalangan. Cerita pada fase ini segera dilanjutkannya. Jika cerita ini layaknya kisah Subadra. Bukankah mereka adalah bara juang layaknya para kesatria di jagad pewayangan Marcapada yang meperebutkannya? Dan kau , adalah Arjuna yang terpilih berada di skenario hidup Subrada. Tak penah dijanjikan kemudahan dalam hidup Subadra, meski ia telah dianugahi kecantikan, anggun, lembut, dan keapikan lain. Tetap ada sosok Burisrawa, yang menyayanginya dengan salah. Beruntunglah Sub...

Review Situs Jurnal dan Penelitian

Gambar
Kucuran dana dari pemerintah untuk penelitian mahasiswa maupun dosen, terbilang cukup banyak. Pun tiap tahunnya, banyak skripsi yang dibuat sebagai salah satu syarat lulus Sarjana. Yg nantinya jg dibuat artikel ilmiah di jurnal-jurnal. Belum lagi disertasi maupun thesis yang ada. Harusnya sudah cukup belum ya buat Indonesia jadi negara maju ehehe? Ada beberapa situs untuk cari referensi jurnal di tiap riset. Pastinya buat yg sudah sering bikin karya ilmiah bukan hal baru ya hal ini. Ada beberapa review situs yang digunakan penulis secara pribadi yg akan dirangkum di sini. 1. Google Scholar Situs ini memang terkenal dan banyak digunakan oleh peneliti, khususnya peneliti pemula. Cukup mudah memakai Google Scholar bagi pemula. Selain karena kata kunci yang diketik bisa panjang seperti judul penelitiannya, situs ini menyajikkan banyak sekali referensi tulisan. Namun, penggunaan kata kunci yang panjang biasanya membuat pengkhususan tulisan yang ditampilkan dalam situs menjadi kuran...

Bagaimana?

Gambar
Menyatulah wajahmu dengan sinar purnama. Menyeka hangat barisan tanya berpeluh dalam akal. Bulan penuh mengisi tajam lensa kacamata. Sembari tangannya menuliskan berbagai rasa keingintahuan. Purnama baginya, adalah salah satu tanda kebesaran Pencipta Semesta. Pergantiannya dari tsabit ke tsabit, menyita tiap tatap perhatian manusia. Bagaimana bintang berada di sisinya tiap waktu? Menambah sempurna penghayatan pemikiran kebesaranNya. Tidak, sang pemikir pun, tak hanya melihat melalui yg dimata indah. Namun badai pun memberinya satu pengajaran. Ia melihat dari dua sisi yang berbeda. Begitulah ia, Ya kau, Bukankah kau memandang sesuatu dari banyak sisi kan? Kadang kau tampakkan satu yg berbeda dr yg kau hayati. Paradoks. Pikirmu tajam mendasar. Menguak tanya dan jawab pada setiap dialektika. Romantisme dengan buku, menjadi satu tak terpisahkan dari gambaranmu. Tentu, pemahaman secara menyeluruh akan ilmu, membawamu pada kekuatan Iman yg hakiki. Bukankah begitu? Kuharap begitu. ...

Berjalan Terus

Gambar
Selamat datang di salah satu persimpangan. Ada jalan yg harus dipilih, dilewati, dan dipersimpangan ini, kebanyakan manusia akan menentukan targetnya. Dengan itu, tiap manusia akan memilih jalannya. Untuk manusia bersekte: "bodo amat", fase ini mungkin akan menanggalkan hal itu secara alamiah. Krn mungkin akan benar-benar mengalami fase bimbang dan bingung, lalu mendambakan ia bisa se bodoamat dulu. Tapi kiranya jika ditelisik lebih jauh, di persimpangan ini, yg dibutuhkan bukanlah bodoamatnya yg kembali, namun ikhlas dan lebih memahami. Kiranya, persimpangan dan fase macam apakah ini. Bukan lagi berbicara mengenai usia, krn ini mengenai jalan yg telah diambil sebelumnya. Setelah membuat sedikit survey di instastory, coba ditelisik lagi mengenai apa saja yg jadi kegundahan mahasiswa semester tua? Iya, ini yg jadi perbincangan sedari tadi, fase inilah, semester tua. Ehehehe. Penting banget buat ngebahas? Ya biasa aja si, cuma menarik aja lah buat dirangkai. Apa jawab...

Ruang Riang

Gambar
Ia si gadis kecil Duduk sendiri dipojok ruang Tangannya memainkan barbie bermata bulat Kadang ia bercerita penuh imaji Orang lain lihat, ia terlalu nyaman bermain Cukup dg barbienya, tak butuh teman lain Namun ternyata, Sesekali ia menengok kanan kiri Adakah seorang teman hendak mengobrol dengannya? Mengganti imaji dengan obrolan riang Atau mengajaknya berlari seperti gadis kecil lain Ia menyeka raut kemerahannya Tampak riangnya berganti bosan penuh haru Begitu menanti ia akan seorang teman nyatanya Sudah ia siapkan bekel atau congklak Disiapkannya jika yg lain tak mau diajak berlari Lama kemudian ia ambil pensil Dituliskannya abjad di kertas putih kosong Mungkin ia bingung ia hendak merangkai apa Yang pasti, si gadis kecil menjalani masanya Dengan bahagianya sendiri Itu sudah cukup baginya

Sisi Lain

Gambar
Setiap masa punya indahnya masing-masing, Layaknya tiap insan dg kelebihannnya masing-masing, Layaknya tiap temu dg kesannya masing-masing, Dibuainya angin, yg menyeruak dingin Dibuainya air, yg menyeruak dingin Apa harus membuai api bila inginmu hangat? Dinafikkanlah ilalang yg menyeruakan lembut saat angin berhembus Dinafikkan pula hidup yg menyeruakan makna saat air mengalir Apakah panas akan diumpat bila kau buai api namun hangat tak menyeruak? Sepertinya indah hnya akan berdiam sendiri di tempat masing-masing Tak ingin menyeruak Karena tak semua manusia menerima kenyataanya Terjerembab pada harapan Hingga mengabaikan sisi lain mengurai jejaknya Pada akhirnya, layaknya pergi dg sebabnya masing-masing. Tidak,, Belum juga ananda bercerita, Bagaimana sisi lain menapakkan jejaknya Meski harapan dipecundanginya Ia tetap datang pula walau umpatan mengelusnya Seperti mengucap selamat datang dengan elusan pisau ditangan lainnya Diselingi doa kepergian dari suara ta...